Mendidik Anak Usia Dini itu mudah?

April 30, 2010 at 12:56 pm 23 comments

Menjadi orang tua di jaman sekarang memang susah!. apalagi menjadi orang tua yang masih punya anak balita. Mendidik anak sekarang tidak bisa dengan cara yang sama pada waktu kita didik orang tua kita. Karena jamannya memang sudah beda. Dalam budaya jawa yang sangat kental pada waktu itu, anak harus patuh pada orang tua dan tidak boleh membantah. Jangankan membantah, tanyapun dianggap “ saru / lancang ” sehingga jika kita dilarang orang tua ya harus patuh. Tidak ada hak untuk bertanya kenapa kok dilarang. Kalau orang tua sudah melarang /menging (jawa), ya sudah! Tetapi hal itu tidak bisa kita terapkan dalam mendidik anak kita sekarang.

Anak sekarang semakin kritis. Kalau kita melarang suatu perbuatan maka dia akan tanya kenapa kok dilarang. Hal seperti ini tidak pernah kita lakukan ketika kita masih kecil dulu. Oleh karena itu orang tua harus bisa memberi jawaban yang bijaksana dan tepat agar anak tidak salah persepsi dalam menerima jawaban. Apalagi kalau anak bertanya masalah yang abstrak dan sulit dipahami oleh alam pikiran anak. Kita harus menstrasfer pengetahuan yang kita miliki ke dalam bahasa anak yang mudah dipahami. Sebagai contoh jika anak bertanya apa itu sorga, walaupun orang tuanya seorang kiyai/ustad, tidak bisa dijawab dengan dalil-dalil Al Qur’an dan hadits. Pertanyaan itu harus dijawab dengan bahasa yang bisa langsung dimengerti anak. Kita harus masuk ke alam anak-anak. Sorga adalah tempat yang menyenangkan. Apa sih yang menyenangkan bagi anak?. Tentu saja mainan. Maka kita bisa menjawab bahwa sorga itu tempat yang banyak mainannya. Mainan apa saja ada di sorga dan gratis!. Itupun belum tentu bisa memuaskan anak. Yang sering membuat orang tua pusing justru rentetan pertanyaan yang muncul dari jawaban kita yang pertama. Kalau orang tua sudah pusing biasanya langsung memarahi, mengomeli, menganggap anak cerewet, dll. Berarti kita sudah melakukan hal yang keliru dalam mendidik anak.

Mendidik anak tidak hanya “nuturi” (jawa) / menasehati dengan kata-kata. Tetapi segala perbuatan kita di depan anak adalah pendidikan bagi anak itu sendiri. Anak adalah plagiat terbaik. Apa yang dia lihat akan dia tiru 100 % tanpa memahami apakah itu baik atau buruk. Kalau orang tuanya makan sambil kakinya diangkat ke kursi maka akan begitulah kelak anaknya makan. Orang tua yang tidak pernah menjalankan ibadah tidak akan bisa memerintah anaknya untuk taat beribadah, karena ketika orang tua menyuruh anak sholat akan dijawab : ” Bapak kok tidak sholat “. Ini pukulan telak bagi orang tua.

Mendidik anak usia dini memang susah, lebih susah lagi menjadi orang tua yang baik di mata anak. Tanpa kita sadari kadang kita berbuat tidak baik yang mungkin bagi kita termasuk perbuatan sepele dan biasa. Tetapi kalau kemudian ditiru anak, akan menjadi lain ceritanya. Fenomena anak yang merokok dan berkata-kata jorok adalah contoh betapa kita tidak memahami cara mendidik anak dengan baik. Anggapan bahwa mendidik hanyalah “nuturi” sangat tidak tepat. Justru mendidik di luar “nuturi” yang menjadikan hitam putihnya anak kelak

Itulah sekelumit pengalaman mendidik anak usia dini yang gampang-gampang susah. Bagaimana dengan Anda?

About these ads

Entry filed under: Pendidikan Anak Usia Dini. Tags: , , , .

Perkenalan ” Anakku jadi Presiden “

23 Comments Add your own

  • 1. Haris Istanto  |  April 30, 2010 at 8:43 pm

    Ya memang begitulah keadaan saat ini sehingga orang tua juga harus konsisten dengan nasehat yang diberikan kepada anak-anaknya, sehingga selain bisa menasehati juga harus bisa memberikan contoh.

    Reply
  • 2. skbjepara  |  April 30, 2010 at 9:40 pm

    Memang memberikan contoh lebih sulit daripada menasehati

    Reply
  • 3. aditric  |  May 1, 2010 at 1:34 am

    artikel yang sangat menarik n bermanfaat. smoga jadi bahan pembelajaran buat para orang tua dan semoga anak indonesia tumbuh jadi anak yang berbakti pada orang tua, bangsa n negara.amin
    salam hangat dari: http://aditric.wordpress.com

    Reply
  • 4. eric  |  May 1, 2010 at 10:57 am

    Sbg orang tua kita harus selalu memberi contoh yang baik jangan lupa selalu memperhatikan setiap hal yang dilakukan anak-anak, jangan terlalu pasrah dengan pengasuh yang ada di rumah meskipun kita sendiri kadang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehari-hari

    Reply
  • 5. skbjepara  |  May 1, 2010 at 12:51 pm

    terima kasih atas kunjungan balasannya. sebentar lagi akan saya posting lagi masih tentang pendidikan anak usia dini, karena banyak ortu yg tdk menyadari betapa pentingnya masa anak usia 0 – 5 tahun yg oleh para pakar biasa disebut GOLDEN AGE” atau usia emas. Jangan bosan2 mengunjungi blok ini.

    Reply
  • 6. adiyono  |  May 1, 2010 at 1:27 pm

    sangat penting pendidikan anak usia dini terutama penanaman karakter spt kejujuran, komitmen, etika, disiplin. Dan yg urgent adalah penanaman mental pantang menyerah n tdk mudah putus asa. Smg artikel tsb bisa mengingatkan kembali peran ortu dlm pendidikan keluarga. Sukses selalu.

    Reply
  • 7. skbjepara  |  May 1, 2010 at 1:33 pm

    thanks komentarnya. Mendidik anak usia dini ibarat membuat fondasi yang di atasnya akan dibangun sebuah rumah. Maka buat fondasi sebaik mungkin agar rumah tdk gampang roboh.

    Reply
  • 8. smg-mus  |  May 1, 2010 at 4:01 pm

    setuju . . . . bitul .. .. .. bitul .. .. .. bitul . . . . . . mendidik anak waktu masih kecil memang susah juga, konon kata yg empunya cerita, anak bisa dididik dengan keras … anak ini akan patuh dan nurut didepan orang tuanya (biasanya bapak) tapi diluar itu aduh kayak jaran mbedal, dia juga akan melakukan hal2 yg keras kadang sampai tak terkendali, diluaran biasanya anak ini “tahan banting” bila menghadapi hal2 yg keras.
    bisa juga anak dididik dg lemah lembut, selalu dilindungi dan disayang2 apa permintaannya selalu diberi, nah yg ini jadilah anak itu “anak mama” yg tidak bisa mandiri, orang lain harus selalu menuruti kemauannya, kemana2 selalu adayg nganter. (itu lho waktu ndaftar sekolah jadi calon mahasiswa bukan cuman dianter tapi di tut ke orang tuanya, apalagi saat opspek strees dia).
    keliatannya dua2nya harus jalan baik yg keras maupun yg lembut, nah kita orang tualah yg tahu dimana keseimbangan antara keduanya

    Reply
  • 9. tin tmas  |  May 1, 2010 at 4:21 pm

    Mendidik anak sekarang, tidak perlu diomongin macam2, karena terlalu banyak diomongin malah tidak didengarkan alias dicuekin aja, yang penting adalah perbuatan kita orang tua didepan anak, tunjukkanlah perilaku yang baik, dalam arti kata jangan mengucapkan hal2 atau kata2 yang bila didengar atau dilihat anak akan membuat anak itu menirukan ( katanya anak adalah plagiat yang baik / sempurna ), padahal yang kita lakukan itu adalah hal2 yang negatif / jelek. hal tersebut sudah terjadi pada cucu saya, sehingga didepan cucu saya berusaha untuk melakukan hal2 yang baik2 saja.

    Reply
  • 10. skbjepara  |  May 1, 2010 at 4:48 pm

    betul mbak. Kalau kita dulu merasa belum bisa mendidik anak maksimal krn sudah punya cucu ya bisa diterapkan ke cucunya. terima kasih komentarnya. kalau ada waktu sheril diajak ke jepara

    Reply
  • 11. tin tmas  |  May 1, 2010 at 5:36 pm

    ojo ngawur, cucunya punya pak sama mbok koq, biasanya yang namanya mbah itu sering bikin kacau rumah tangga

    Reply
  • 12. Aries  |  May 1, 2010 at 6:49 pm

    tulisan yang informatif….blog yang OK…ini kunjungan balik dari saya bang….salam kenal juga ya….jangan lupa dengan HISTORY EDUCATION di http://ariesgoblog.wordpress.com/

    Reply
  • 13. skbjepara  |  May 1, 2010 at 8:28 pm

    ok mas terimakasih kunjungannya. Sering2 saling mengunjungi utk memperkuat tali silaturahim

    Reply
  • 14. delia4ever  |  May 2, 2010 at 1:13 am

    Para Ahli mengatakan sangat bagus mengajarkan anak berpikir pada usia dini karena hemisphere sedang berkembang..
    susahnya yaaa keingin tahuannya luar biasa.. dan kita sebagai orang tua harus tanggap..

    walaupun belum nikah.. tapi infonya bermanfaat sekali buat lia…:)

    Reply
  • 15. skbjepara  |  May 2, 2010 at 9:36 am

    iya mbak. malah bagus untuk pengetahuan yg kelak jika sdh berkeluarga & punya momongan. Trim’s kunjungannya

    Reply
  • 16. Bu RAtna  |  May 6, 2010 at 1:49 pm

    mendidik anak ibarat mengukir diatas kayu,kalo sdh dewasa berarti ibarat mengukir diatas air

    Reply
  • 17. Nate DeLorean & James Sheilling  |  May 9, 2010 at 9:55 pm

    Banyak buku-buku cara mendidik anak,banyak teori-teori cara mendidik anak yang baik,pelajarilah semua itu dan terapkanlah semua itu untuk mendidik anak kita,tetapi yang paling penting dari semua itu adalah pakailah SENI untuk menerapkan semua teori-teori tersebut.

    Reply
  • 18. fitry_maniez  |  May 12, 2010 at 1:40 pm

    betul-betul-betul anak sekarang susah diatur. Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda tidak bisa disamakan dengan waktu zaman kita apalagi kalau dimarahi pasti membatah. susah memang susah menjadi orang tua. kita harus lebih bijaksana lagi dalam mendidik anak.

    Reply
  • 19. ardan  |  May 15, 2010 at 1:25 am

    halooo

    Reply
  • 20. skbjepara  |  May 15, 2010 at 2:13 pm

    halo juga

    Reply
  • 21. Meliana Aryuni  |  May 16, 2010 at 1:36 am

    Sebagai seorang pendidik, saya merasakannya juga Pak…

    Reply
  • 22. Octane  |  May 16, 2010 at 1:44 am

    Jadilah teladan dulu, bs jd solusi jitu karena anak akan mengikuti apa yg dilakukan ortunya/org besar lain….

    Reply
  • 23. Pak Dhe Dori  |  July 22, 2010 at 11:47 am

    Fenomena anak yang merokok adalah contoh betapa kita tidak memahami cara mendidik anak dengan baik.

    “sebuah masukan yang menyentuh!”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


HUBUNGI KAMI

Sanggar Kegiatan Belajar Kab. Jepara Mindahan Kec. Batealit Kab. Jepara Prop. Jateng
Telepon : 0291 3307634
E-mail : skb_jepara@yahoo.co.id
Website : skbjepara.com
Glitter Photos
Glitter Words

kalender

April 2010
M T W T F S S
    May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

tamu

  • 28,121 orang

waktu

tanggal

Kegiatan

Kursus Bordir

3 th vs 3 th up

Bagaimana otak belajar

keterampilan souvenir

Apakah anda buta warna? coba tebak!

refreshing ke borobudur

peserta pelatihan tutor KF

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: