Cowboys in Paradise
May 14, 2010 at 7:31 pm 27 comments
Beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan berita diputarnya film dokumenter berjudul ” Cowboys in Paradise ” garapan warga Singapore keturunan India bernama Amit Virmani. Bahkan film tersebut meraih sejum lah penghargaan di Korean International Documentary Festival. Berita tersebut menggelitik saya untuk menulis dengan judul yang sama di blog. Kalau Virmani berkisah tentang gigolo yang dia sebut cowboy, saya bercerita tentang Pamong Belajar (tenaga fungsional di SKB) yang boleh juga disebut cowboy karena tugasnya sering di lapangan bukan di bekakang meja. Virmani juga menggambarkan Bali sebagai Paradise tapi saya akan menceritakan Paradise sebagai Karimun Jawa
Karimun jawa adalah salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Jepara yang berupa gugusan pulau-pulau yang jumlahnya 27 pulau. Yang berpenghuni hanya 5 pulau sedang sisanya tidak berpenghuni. Letak Karimunjawa berada di Laut Jawa (utara Jepara). Luas daratan hanya sekitar 1.500 hektar sedangkan perairan mencapai 110.000 hektar. Pemkab Jepara telah menetapkan Karimunjawa sebagai Taman Nasional. Taman lautnya sangat indah. Bahkan ada pengunjung yang mengatakan taman laut Karimunjawa tidak kalah indah dengan Bunaken yang sudah terkenal. Pantai dengan pasir putih masih banyak di sana. Oleh karena itu tidak berlebihan jika saya menganggap Karimunjawa adalah Paradise. Mungkin Amit Virmani akan tergoda ke Karimunjawa bila membaca kisah ini.
Yang paling menyenangkan adalah ketika bertugas di Karimunjawa untuk menyelenggarakan program-program SKB di pulau surga ini. Walaupun harus menempuh perjalanan lima jam denga kapal cepat Kartini I yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang, semua rasa lelah akan sirna jika telah melihat taman laut dengan terumbu karangnya. Kami bertugas sambil menikmati keindahan alamnya. Ada hutan bakau, hutan pantai dan hamparan pasir putih sepanjang pantai.
Di Karimunjawa SKB Jepara punya banyak program antara lain : Keaksaraan Fungsional (KF) di Pulau Genting dan Dukuh Legon Lele. Untuk mencapai Pulau Genting tidak kalah asyiknya, karen harus ditempuh dengan kapal kecil (kapasitas 10 orang) dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Pulau Kemujan. Dalam perjalanan yang terlihat adalah Mahakarya yang luar biasa dari Sang Pencipta. Melewati Pulau Sambangan dan Pulau Kecil dengan 242 jenis ikan hias dan hampir 400 spesies fauna laut yang menemani sang petualang dalam perjalanannya. Yang ada dalam pikiran barangkali saya tidak akan bisa menikmati keindahan alam ini kalau tidak bertugas. Sungguh sangat beruntungnya saya. Warga KF yang berjumlah 52 orang telah menanti kedatangan kami.
Perjalanan ke kelompok KF di Dukuh Legon Lele yang beranggotakan 22 orang tidak kalah indahnya. Dukuh yang terletak di Pulau Karimunjawa (pulau terbesar dan sebagai ibukota kecamatan Karimunjawa) kami tempuh dengan menyewa mobil melewati hutan dan bukit yang di bawahnya terhampar laut biru yang indah dan tenang yang dibingkai dengan pasir putih. Saya merasa inilah pekerjaan yang paling menyenangkan sepanjang pengabdian di SKB. Konon di sini ada peninggalan kapal Sunan Nyamplungan. Tetapi kami tidak sempat melihat karena memang kami sedang bertugas bukan berlibur.
Di Pulau Kemujan SKB menyelenggarakan Kursus Kewirausahaan Orientasi Pedesaan (KWD) budidaya rumput laut dan pengolahan ikan menjadi sosis, kerupuk dan rolade. Pulau ini bersebelahan dengan Pulau Karimunjawa yang dihubungkan dengan jembatan karena jarak laut yang memisahkan hanya selebar sungai. Ada pengalaman menarik di Kemujan. Untuk penyebaran benih rumput laut harus dilakukan dengan naik “jukung” sejenis perahu kecil yang hanya muat 2 orang. Seumur-umur baru kali itu naik perhu sekecil itu. Membuat miris bagi yang tidak biasa, apalagi jika tidak bisa renang.
Itulah sepenggal kisah perjalanan para cowboy SKB di Karimunjawa (Paradise). Seandainya saja kami sedang berwisata, akan kami lihat juga penangkaran mutiara dan ikan hiu. Juga ke pulau Menyawakan yang banyak disukai bule-bule. Tapi sekali lagi kami dalam rangka tugas, dan tugas tersebut masih terus berlanjut sampai program tersebut dinilai berhasil. Alahamdulillah untuk menikmati keindahan alam yang eksotis tidak perlu mengeluarkan uang pribadi. Tidak semua orang seberuntung saya dan teman-teman di SKB Jepara. Sebetulnya masih banyak cerita di Karimunjawa yang ingin saya share. Tunggu kisah petualangan selanjutnya.
Entry filed under: life skill. Tags: baki lamaran, karimunjawa, ketrampilan, kursus, pendidikan, rumput laut, skb.















1.
guss | May 14, 2010 at 11:43 pm
cowboy in Karimunjawa… menarik sekali bisa bertugas di paradise-nya Jepara.. kapan ya saya bisa kesana???? hehehe sip tulisan yang menarik
2.
bagas | May 15, 2010 at 12:53 pm
Jadi kepingin ke Jepara. Kalo ada waktu aku dianterin ke karimunjawa ya pak!
3.
Bu RAtna | May 15, 2010 at 1:32 pm
ya,bagus tapi mengapa harus ke semarang dulu kan sudah di jepara, biar tambah lama ya plesirnya…
4.
skbjepara | May 15, 2010 at 2:10 pm
transportasi ke karimunjawa bisa dengan kapal fery muria yg berangkat dr Jepara tp waktu tempuhnya 7-8 jam. Kapal cepar Kartini I dr Smg (yg sr Jepara hanya hari tertentu saja) atau carter pesawat perintis dr Bandara A. Yani Smg
5.
aditric | May 15, 2010 at 2:50 pm
lihat fotonya aja udah kebayang yempat yang indah pak. Dijakarta mana ada yang kaya gt
terima kasih sudah berselancar,
salam, http://aditric.wordpress.com
6.
skbjepara | May 15, 2010 at 3:19 pm
barangkali klo di JKt mrirp pulau seribu. Cuma klo di Karimun masih blm begitu banyak turisnya jd malah lebih tenang
7.
Hafidz Collection | May 16, 2010 at 12:19 am
ternyata banyak alam ini yang telah dilalaikan yah pak… untunglah sekarang banyak yang peduli…. tanpa memandang omsetnya dulu ya pak
kalo masalah turis itu yah pak urusan belakangan menurutku… maaf kalo ada kata2 yang salah
8.
delia4ever | May 16, 2010 at 12:59 am
lia pernah dengar tentang karimun jawa..
dari artikel ini semakin lengkap …
indonesia adalah surga..
banyak potensi yang bisa digali ^_^
9.
skbjepara | May 16, 2010 at 10:33 am
Allah menciptakan alam tentu sangat indah dan ekosistemnya seimbang. Kalau kemudian menjadi rusak hanya krena keserakahan manusia. Astaghfirullahal azim!.
10.
rainbroccoli | May 16, 2010 at 11:44 am
Selamat pagiiiiii…
Ini kunjungan balik yah…
Postingnya tentang Karimunjawa menarik sekali..
Saya jadi tahu sisi lain kekayaan Indonesia yang belom pernah saya kunjungi..
Terus semangat dengan tulisannya ya Pak ?
Sukses deh…
11.
skbjepara | May 16, 2010 at 1:13 pm
trim’s motivasinya
12.
achoey | May 16, 2010 at 12:26 pm
Hehehe
Pak, kirain teh cerita tentang ntu tuh hehe
13.
skbjepara | May 16, 2010 at 1:15 pm
he he he he memang sengaja tak kasih judul yg bikin penasaran
14.
Nate DeLorean & James Sheilling | May 16, 2010 at 8:41 pm
waduh,kapan ke Karimunjawa,kok gak ngajak-ngajak,kalau ada videonya ya lumayan buat tombo kepingin.
15.
cepilitok | May 16, 2010 at 10:42 pm
tulisan yang sangat menarik. penuh perjuangan untuk menuju kesana. klo saya masih bermimpi kapn bs kesana ya?? semoga secepatnya. Jangan lupa kunjungi tulisan saya terbaru: Wanita Sholekhah di http://cepilitok.wordpress.com.
16.
Dio Prasetyo | May 17, 2010 at 10:27 am
Assalamu alaikum…
Ehm
Cowboys in KarimunJawa…
Bagus kayanya buat film hihihi…
17.
skbjepara | May 17, 2010 at 1:55 pm
baru cari produsernya
18.
its | May 17, 2010 at 12:11 pm
ta kirain tentang film itu eh ternyata beda to…
yah itulah namanya tugas negara kalo yang enak-enak maunya lama………………tapi omong-omong kapan nih cowgirl nya diajak kan pengin juga he he he…….
19.
skbjepara | May 17, 2010 at 2:04 pm
cowgirlnya ada yg mau ada yg tdk
20.
zimar | May 17, 2010 at 12:13 pm
wow…….amazing…..
Jadi pengen kesana…. tapi…..
Kalau naik kapal laut aku pasti muuuaaabbuuuukkkkk…….
Ada transportasi lain gk ya???
21.
skbjepara | May 17, 2010 at 2:25 pm
carter pesawat dr bandara A. Yani
22.
sheilfa | May 17, 2010 at 9:02 pm
Wou Karimunjawa….kapan ya bisa kesana.., emangnya penulis sdh pernah kesana?
Tulisan yg lumayan bagus.., ayo terus maju…kutunggu postingan km yg semakin menarik.
23.
skbjepara | May 18, 2010 at 11:09 am
kalo blm kesana namanya ya ngarang
24.
Pak Dhe Dori | May 22, 2010 at 12:33 am
Okey aku tunggu kunjungan selanjutnya “Cowboy” yang dah berkarat hampir 20 tahun tugas di Karimunjawa siap mengantar dan melayani apa yang dimau. Asala gak neko2 aja! Sukses Pak Egon, besok tulis lagi yang agak menggigit!!!
25.
skbjepara | May 22, 2010 at 6:24 pm
siap pak dhe, Karimun memang perlu disosialisasikan
26.
smg-mus | May 26, 2010 at 4:05 pm
jadi pengin banget kesana, dulu pernah menetap d karimunjawa 9 bulan tapi sdh lama banget waktu pemilu pertama tahun 55 . . . . . dan usia saya baru 5 tahun
27.
skbjepara | May 26, 2010 at 5:50 pm
wah sudah lama sekali, tentunya sudah banyak perubahan. Yg jelas lebih cantik