Dialog Pengemis dan Koruptor
May 17, 2010 at 2:26 pm 26 comments
Pada suatu pagi yang cerah di hari libur seorang pengemis tua berjalan di komplek perumahan elit. Ketika langkah kakinya terhenti di depan rumah yang besar sangat indah laksana istana dia melihat gerbang yang kokoh terbuka sedikit. Ditengoklah ke dalam dan terlihat seorang bapak yang sedang duduk santai di teras “istana”nya sambil baca koran dan diiringi nyanyian burung berkicau bersahutan di dalam sangkar yang mewah pula.
“wah ini kesempatan”, kata pengemis dalam hati yang sedari tadi hanya melihat pagar-pagar yang tinngi bagaikan benteng yang tertutup rapat. Lalu masuklah si pengemis menemui “sang raja” di teras istananya.. “Mohon sedekahnya tuan” kata pengemis sambil mengiba. Si pemilik rumah yang merasa terganggu menghardik : “kamu pagi-pagi sudah mengemis, apa nggak punya kerjaan lain!”. “Tuan saya ini orang miskin. Begitu miskinnya hingga mimpipun hitam putih, 12 inch lagi. Lain dengan tuan yang kaya raya tentu mimpimya berwarna layar datar dan lebar”, jawab pengemis yang asal ngomong. Mendengar pujian, si pemilik rumah agak mereda : “kenapa kamu miskin ?” tanyanya. “Saya miskin karena orang tua dulu tidak mampu menyekolahkan saya”. Si kaya lalu menasihati pengemis ; “ Itulah kalau tidak pernah sekolah. Coba lihat saya lulusan S3, bisa hidup enak. Kalau punya anak kamu wajib menyekolahkan biar tidak sengsara kayak kamu”. Pengemis yang dari tadi hanya merunduk berkata : “ Ya tuan, walaupun hanya pengemis tapi anak saya sudah kuliah”. “Wah hebat kamu, kuliah dimana, jurusan apa ? tanya si kaya. “Karena saya miskin ya di PTS saja, kalau di PTN kan mahal tuan, dia ambil jurusan ekonomi” jawabnya.
Dengan memberanikan diri pengemis tanya : “rumahnya kok sepi apakah tuan sendirian?”. “Istri saya baru fitnes” kata si kaya. “sebentar lagi pulang dong” tanya pengemis. “Ya tidak, mungkin baru minggu depa pulangnya” jawab si kaya. “Masak fitnes pakai nginep?” tanya pengemis bingung. “Bukan gitu, dia fitnesnya di Jerman. Penerbangan di Eropa dibatalkan karena gunung Eyjafjallajokull di Islandia meletus, makanya dia nggak bisa pulang” jawab si kaya. Si pengemis yang semakin bingung tanya lagi : “Tuan tidak punya putra ?”. “Ada tadi pagi baru pergi memeriksakan anaknya yang panas” jawabnya. “Di rumah sakit depan komplek ya tuan?” tanya pengemis. “Tidak, di Singapura pakai penerbangan pertama hari ini”, jawab si kaya. Pengemis yang kepalanya semakin pusing tanya lagi : “Rumah sebesar ini kok tidak ada pembantunya tuan. Kalau boleh saya mau kok istri saya jadi pembantu di sini”. “Lho saya sudah punya pembantu, dia lagi belanja” jawab si kaya sambil curiga. “Oo yang belanja sayur di seberang jalan itu?” tanyanya. “Bukan, saya suruh belanja di Hongkong karena di sana sayurnya bagus-bagus” jawab si kaya.
“kamu dari tadi tanya-tanya terus, kalau kamu mbok anaknya disuruh bantu cari duit” kata si kaya dengan nada mulai meninggi. Si pengemis dengan agak takut menjawab ; “sudah tuan dia itu konsultan saya. Saya dikasih ide kalau mengemis setiap pemberian 5.000 mendapat 1 kupon berhadiah dan berlaku kelipatannya. Kupon akan diundi setiap akhir bulan di depan notaris. Kalau hadiah tidak diambil dalam waktu 1 bulan akan diserahkan ke Departemen sosial”. Dalam hati si kaya berkata : “kurang ajar, sudah miskin sombong lagi”. “Kalau istri kamu kerjanya apa ?” tanya si kaya. “Jualan nasi kering tuan” jawab si pengemis. “Di pasar mana ?” tanya si kaya. Si pengemis yang mulai bosan menjawab : ” Kata anak saya nasi keringnya di pasarkan dengan cara MLM aja. Jadi istri saya cari anggota 10 orang, kemudian masing-masing anggota mencari 10 orang lagi sebagai downline. Kalau downlinenya dapat poin maka uplinenya juga dapat poin begitu seterusnya tuan”.
Si Pengemis yang sudah tidak sabar lagi tanya : “Tuan mau ngasih berapa?”. “5.000 saja ya tapi tolong diatur agar saya dapat hadiah pertama” jawab si kaya. Si pengemis dengan nada marah berkata : “Tuan walaupun saya pengemis tapi saya anti KKN, jadi tuan jangan coba-coba mengajak kolusi “. Si kaya yang merasa tersinggung mengusir pengemis “Sekarang kamu keluar atau saya lempar kursi”.
Sumber gambar : http://sitemap.photobucket.com/sitemap
Entry filed under: Intermezo. Tags: KKN, pengemis. koruptor.










1.
Bupil.com | May 17, 2010 at 2:35 pm
Kocak abis. Hahahaha
2.
Nate DeLorean & James Sheilling | May 17, 2010 at 8:36 pm
Pengemisnya laki-laki kok gambarnya perempuan,terus kok tahu kalau orang kayanya koruptor,wong dia itu pengusaha ukiran-ukiran jepara.
3.
egon | May 18, 2010 at 10:58 am
ketemunya gambar oeremouan kok. yang kaya itu koruptor soalnya yg ngarang kan aku
4.
Bu RAtna | May 18, 2010 at 9:50 am
he..he..pengemisnya S berapa?
5.
skbjepara | May 18, 2010 at 11:02 am
S1, kalo S2 jadinya ya pengemiss
6.
zimar | May 18, 2010 at 11:48 am
Pengemis yang cerdas……. pamong skb jepara gmn cerdas cerdas jg gak?
7.
skbjepara | May 18, 2010 at 11:51 am
yg jelas lebih cerdas dari pengemisnya
8.
Aves Tsauri | May 18, 2010 at 4:25 pm
Pengemis apa polisi kok nanya teruuuuuuuuuuu…………..ssssss..!
9.
skbjepara | May 18, 2010 at 4:41 pm
mungkin polisi nyamar pengemis mau nangkap koruptornya
10.
Allya Candra | May 18, 2010 at 4:29 pm
Si anak pengemis pasti kuliah dijurusan ekonomi lemah ya bang….
11.
skbjepara | May 18, 2010 at 4:42 pm
kok tahu!
12.
aditric | May 18, 2010 at 6:16 pm
hahahaha,,,,, dasar!. itu mah pengemis mantan korup di kantor pajak pak. gara2 semua harta amblas n dipecat ya terpakasa jd pngemis. ngmng2, tulisan berjalannya bagus jg pak,
salam, http://aditric.wordpress.com
13.
skbjepara | May 18, 2010 at 6:41 pm
tulisan berjalan ilmunya kan dari sampeyan terus tak praktekkan.
makasih lho sdh bagi2 ilmu
14.
its | May 19, 2010 at 3:29 pm
itulah orang bodoh yang pintar dan orang pintar yg bodoh
15.
guss | May 19, 2010 at 8:57 pm
hehehe
16.
suparnojumar | May 21, 2010 at 8:04 pm
kunjungan pertama pak,
postingan ringan, namun cukup ‘nonjok,’ coba kalo para koruptor pada ngeblog dan rajin jalan-jalan alias blog walking … pasti seru-seru komentarnya!
salam
17.
skbjepara | May 21, 2010 at 9:33 pm
iya ya, sayang mereka tdk punya waktu utk ngeblog
18.
Mamat Troso | May 21, 2010 at 9:40 pm
Podo sablenge menurutku. Oh ya kapan-kapan beri komentar tulisanku di blog. http://pokjahulu-jepara.blogspot.com/
19.
skbjepara | May 21, 2010 at 9:59 pm
ok pak sekarang siap berkunjung
20.
melianaaryuni | May 23, 2010 at 2:11 am
Keren banget humornya. Pengemisnya pandai. Keknya seperti itulah cara menghadapi orang yang sombongnya selangit hehehehe
Boleh kenalan nggak Pak sama tuh pengemis. Ide dan ilmunya cemerlang
21.
skbjepara | May 24, 2010 at 10:13 am
Ini yg namanya pengemis intelek. Dia menggunakan ilmunya pakar marketing Reinald khasali
22.
smg-mus | May 26, 2010 at 11:43 pm
tadi sdh komen kok nggak masuk ya, mungkin siang2 padet banget- . . . . . tuduhan miskin tapi sombong kok nggak tepat juga ya, soalnya pengemis itu kan pekerjaan . . . . . . profesi kata elitnya . . . tapi kaya miskin kan belum tentu, . . . . . ada lho pengemis yg rumahnya besar bagus perabotan lengkap dsb …dsb …dsb… tapi ya . . . . . . . terserah yang ngarang saja lah.
23.
smg-mus | May 27, 2010 at 1:04 am
pengemisnya didikan sanggar kelompok belajar makanya pengetahuannya banyak apalagi soal marketing, kan anaknya kuliah di ekonomi ? jurusan yg paling terkenal dibandingkan dg yang lain, lihat saja sabun colek tulisannya ekonomi, gerbong sepur tulisannya ekonomi, bis juga ditulisi ekonomi, selain ekonomi? . . . ya bisnya ditulisi . . . . . . . . non ekonomi
24.
motorcycle specs | June 1, 2010 at 1:32 pm
mantap deh ceritanya, biar makan hati tuh pajabat.. xixixixixixix
25.
rainbroccoli | June 1, 2010 at 4:08 pm
hoalah….pengemisnya juga canggih ya…
Ada-ada aja…
Bagus tuh pak ceritanya ?
Sering-sering uplod yang seperti ini biar ga bosen seriuuuuus melulu..
26.
skbjepara | June 1, 2010 at 6:09 pm
Kalau utk selingan aja sih boleh2 aja.